Selasa, 25 Juni 2019

AKU dan KAMU



#storytelling #random #tribute2heart

Waktu mengajarkan kita bagaimana melewati cobaan. Walau terkadang, kita memang harus siap tertatih, jatuh dan bangun. Dan salah satu dari kita belajar tentang semua hal itu.

Waktu sering membuat kita bermimpi, tentang masa-masa yang menyenangkan. Bermimpi tentang betapa istimewanya bisa menghabiskan waktu bersama-sama.
Duduk bersebelahan, berbincang banyak hal yang kadang lucu dan menggemaskan.
Entah tingkah kita, entah nanti tingkah anak-anak kita di kehidupan yang kita impikan.
Bersendau-gurau tentang betapa konyolnya kelakuan kita dimasa lalu tentang kebaikan-kebaikan hidup.

Ya.. itulah mimpi-mimpi aku dan kamu.
Aku hanya meminta kepada Sang Ilahi, jika aku bukan yang terbaik untukmu, maka berikan yang jauh lebih baik dariku untukmu. Agar kamu merasakan bahwa bahagia itu menjadi kenyataan.

Saat kita ber-ikhtiar kepada-Nya, maka saat itulah takdir kita dibentuk.
Entah aku menjadi bagian dari takdirmu, entah kamu yang menjadi takdir orang lain. Karena bermimpi bukanlah bagian dari takdir, hanya doa-doalah yang kadang bisa merubah takdir kita.

Maka.. biarkan doa-doa tersebut dan takdir bertarung di langit.

Setiap dari kita sedang berjuang untuk hal-hal yang memang pantas untuk diperjuangkan.
Karena memang setiap dari kita memiliki masalahnya masing-masing.
Dalam hidup, kita menjalani cerita kita sendiri-sendiri. Merasakan begitu banyak rasa senang, dan rasa kecewa. Rasa memiliki perhatian dan rasa diabaikan.

Rasa yang tadinya bukan siapa-siapa berubah menjadi seseorang yang berarti untuk kita perhatikan.
Entah aku yang terlalu perhatian, entah kamu yang terlalu sibuk dengan duniamu sendiri. Entah itu pembenaran dari kita masing-masing.

Dan kita patut belajar dari kesalahan-kesalahan kita sebelumnya. Bahwa kehadiran kita terkadang ada dalam doa seseorang diluar sana.
Entah kita yang menjemput atau kita yang ditemukan olehnya. Langkah kaki yang baik selalu berjalan ke depan, kaki kita akan melangkah mundur jika kita ingin melakukan lompatan. 
Entah melompat menggapai masa depan, entah itu melompat di kubangan yang sama.

Ya Allah
Buat niatku dan niatnya karena-Mu.
Buat ikhtiarku dan ikhtiarnya karena-Mu.
Buat mimpiku dan mimpinya karena-Mu.
Dan pertemukan lah kami atas Rahmat-Mu dalam keadaan yang baik, di waktu yang baik, dan suasana yang baik. 

Karena AKU dan KAMU adalah orang baik-baik. 
Semoga kelak, hubungan kita menjadi hubungan yang baik. 
Semoga kelak, keturunan kita pun adalah anak-anak yang baik.
Dan di penghujung waktu kelak, kita dipanggil oleh-Nya diwaktu yang baik.
Semoga kelak, dipertemukan lagi ditempat yang baik, tempat terakhir kita menemukan cinta sejati yang abadi.

~ Setya
*Tulisan ini didedikasikan untuk siapapun yang menjadi AKU dan KAMU*

Minggu, 09 Desember 2018

Cerita Desember 2018 (penutup tahun)



Yang aku tau banyak kisah ku lalui bersamamu.
Yang aku rasakan banyak doa dan harapan ku persembahkan untukmu.
Disetiap lantunan doa dan dzikirku
Sungguh aku yang bisa membayangkan semua hal ku lalui jatuh dan bangun.

Apa kamu tau, menjaga dan merawatmu bukanlah perkara mudah bagi seorang laki-laki seperti ayah? Dengan segala kekurangan dan kelemahan yang kadang membuatku menangis disetiap sujudku, ingin rasanya aku menyerah dan membiarkan dunia menilaiku dengan segala ceritanya. Aku tau, aku tidak selemah itu. Aku ingin menjadi seseorang yang sangat berarti untukmu walau sedikit saja. Setidaknya kamu mengakui kehadiranku di hidupmu.

Maaf jika ayah terlalu tegas mendidikmu
Maafkan ayah jika kasih sayang yang kamu dapatkan tidaklah sesempurna seperti dalam cerita dongeng yang sering kamu dengar.
Kadang ayah terlalu lelah untuk diam dan menunggu, walaupun aku tau selalu ada konsekwensi disetiap keputusan.

Ayah terlalu sayang padamu.
Seringkali aku meminta pada Allah agar dipertemukan seorang jodoh yang terbaik, sebagai sosok seorang yang lemah-lembut dan mencurahkan kasih sayangnya padamu sepenuh hatinya.
Sebagai seseorang yang bisa membantuku mendidikmu dengan lisan yang mulia.
Sebagai seseorang yang bisa memberi contoh padamu bagaimana beretika santun, tentang kesetiaan, kehormatan keluarga dan bukan sekedar mencari sensasi.
Sebagai pengganti sosok lama yang sudah aku tutup lembaran buram itu.

Semoga..
Kita terus bisa belajar bersama-sama, fa..
Kita bisa terus bertahan bersama, disaat kita tidak menyerah kepada keadaan.






Kamis, 08 Maret 2018

Love Around Me, It's YOU



Wahai Putriku, sungguh… 
Bila wanita diciptakan sebagai burung, pastilah ia burung Merak. 
Bila ia diciptakan sebagai binatang, pastilah ia seekor rusa. 
Bila ia diciptakan sebagai serangga, pastilah ia kupu-kupu. 
Dan bila ia diciptakan sebagai manusia, pasti ia menjadi kekasih, permaisuri, dan seorang Ibu yang luar biasa.

Wahai Putriku, 
Sungguh wanita adalah seindah-indah nikmat yang ada di muka bumi bagi lelaki. 
Bila wanita bukanlah sesuatu yang agung, maka tak kan mungkin Allah SWT menjadikannya bidadari Huurun ‘iin sebagai balasan lelaki di surga. 
Saat ia kecil, ia telah membuka pintu surga bagi Ayah Ibunya. 
Saat dewasa, ia menyempurna separuh agama suaminya. 
Dan saat menjadi Ibu, surga ada pada ridhanya.

Semoga Putri Ayah selalu bahagia.

~ Ayahmu :)



Rabu, 17 Januari 2018

Kesayangan Ayah



Inspirasi : #selfreminder

Done!! Alhamdulillah,
Syukur kepada Allah SWT atas segala kemudahan jalan yang terang. Dengan banyak doa-doa terpanjat, satu demi satu proses berjalan melegakan. Keputusan telah dibuat, hasil telah didapatkan. Untukmu putriku, Afifa Fitiya Setya.

Nak, tidak mudah menjadi single parent secepat ini. Begitu banyak cobaan yg harus ayah hadapi demi melindungimu dari situasi-situasi yg dapat mengganggu tumbuh kembangmu, terutama kejiwaanmu kelak. Tapi inilah salah satu bentuk kasih sayang ayah yg bisa dilakukan. Kamu telah melihat banyak hal yg tidak seharusnya kamu saksikan.

Nak, tidak mudah perbedaan bentuk kasih sayang seorang ayah dibandingkan seorang ibu. Dan ayah sangat menyadari hal itu untukmu. Tapi nak, hal ini ayah lakukan karena ada banyak fakta dan bukti yg harus ayah tegaskan kepadamu kelak saat kamu mulai mengerti dewasa nanti. Bukan tentang masa lalu yg menjadikan pembenaran, tapi tentang sekarang, tentang semua ini.

Bukan bermaksud menjauhkanmu dari pelukan seorang ibu, bukan bermaksud menjadikanmu kekurangan kasih sayang seorang ibu secara penuh.

Ada saatnya nak, nanti.. Jika bukan dari ayah, mungkin kamu akan tau dari orang2 yg selama ini menjagamu, melindungimu, mendidikmu, saat ayah tidak selalu ada disetiap waktu-waktumu.
Sekarang ayah hanya pasrah kepada-Nya, dengan semua jatuh bangun harga diri ayah untukmu. Bersyukur karena Allah masih memberikan kepercayaannya dengan menitipkan hak asuh dirimu secara penuh.

Dengan semua caci-maki, hinaan, fitnah, dan semua kata2 kasar itu ayah rela jatuh berkali-kali demi harga dirimu kelak.

Masih banyak hal yg harus ayah perjuangkan, tapi ayah belum tau sampai sejauh mana takdir Allah akan menuntun. Dengan niat Lillahi ta'alla, ayah menutup lembaran lama, dan membuka lembaran baru bersamamu. Dengan segala konsekwensi, dan tanggung jawab.

Semoga Allah SWT meridoi niat ayahmu ini. Dan ayah anggap ini adalah teguran dari-Nya agar ayah bisa instrospeksi dan membenahi diri kembali yg lebih baik.

Sabar ya, afifa.. Bersabarlah bersama ayah.😊
~ Parenting, Single Parent, Single Dad ~